Hati manusia adalah sebuah cermin, sangat jelas memantulkan apa yang ada di hadapannya, sekaligus sangat mudah untuk pecah berantakan. Dan engkau tahu, ketika sebuah cermin telah pecah berantakan, tak mungkin dapat disatukan dan dikembalikan sebagamana asalnya. Demikian juga dengan hati, selama ia belum retak oleh sebuah kesalahan, ia akan memantulkan segala sesuatu dengan apa adanya, namun ingatlah ketika segumpal hati mulai retak atau bahkan pecah, akan sangat sulit (atau bahkan tidak mungkin lagi) ia mampu memantulkan segala sesuatu apa adanya.
No comments:
Post a Comment