Meyakini sesuatu artinya membuat sesuatu itu mengalir dalam tindak laku kita, mengalir dalam ucapan, mewujud dalam perbuatan. Keyakinan bukan sekedar kita mengucapkan bahwa kita meyakini suatu hal, namun keyakinan akan terlihat dalam setiap ucapan yang kita sampaikan, akan tampak jelas dalam setiap langkah, dan tindakan yang kita lakukan.
Namun, perlu diingat bahwa keyakinan bukanlah sebuah proses yang hadir begitu saja. Keyakinan adalah sebuah hasil dari suatu proses panjang atas pengakuan akan kebenaran sesuatu.
Orang yang berkata bahwa ia yakin akan manfaat kejujuran, tidak akan dengan serta merta ia menjadi orang jujur dan merasakan manfaat kejujuran. Orang yang mengatakan bahwa hanya dengan kerja keras kita akan mampu meraih apapun impian kita, juga tidak akan dengan serta merta ia langsung menjadi seorang pekerja keras.
Artinya, ketika kita mulai mengakui kebenaran suatu nilai, maka perlu perjuangan dan proses panjang agar kita mampu meyakini kebenaran nilai tersebut.
Dan dalam proses untuk meyakini suatu nilai, ada saat di mana kita benar-benar akan berhadapan dengan sesuatu yang seakan-akan bertentangan dengan nilai yang hendak kita yakini. Itulah ujian untuk keyakinan, bertemu dengan suatu peristiwa yang menunjukkan seakan-akan apa yang kita yakini salah. Di sinilah akan diuji seberapa besar kita meyakini sesuatu. Ia yang kemudian menyerah kalah dan kemudian meninggalkan keyakinan yang coba dibangunnya adalah mereka yang akan kehilangan keyakinannya. Apa yang coba ia yakini tidak akan pernah mengalir dalam ucapan secara alami. Tidak akan pernah mewujud dalam tindakan sehari-hari.
Namun bagi siapapun yang mampu bertahan menghadapi ujian keyakinan, kemudian bahkan mampu melewatinya, maka nilai atau sesuatu yang hendak ia yakini pasti akan menyatu dalam dirinya, mengalir dalam tiap kata yang keluar dari lisannya, mewujud dalam tiap tindakan yang dilakukannya. Ia tidak perlu lagi berpikir dalam melaksanakan keyakinannya. Ia tidak lagi memerlukan pertimbangan nalar ketika mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang diyakininya.
Karna keyakinan adalah apa yang mengalir dalam darah, yang menggerahkkan langkah, yang mewujud dalam tindakan nyata.
Sekali lagi, keyakinan baru benar-benar menjadi keyakinan setelah ujian keyakinan terlewati dengan penuh kemenangan.....