Tuesday, 29 May 2012

Nilai sebuah Karya

Memulai suatu karya dengan sebuah keikhlasan merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, namun menjaga hati untuk tetap ikhlas ketika suatu karya mulai menampakkan hasil yang menguntungkan adalah jauh lebih sulit dan lebih menantang.

Seringkali kita melihat bahwa suatu karya menjadi luar biasa. Menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh pada lingkungan di mana karya itu berada. Bahkan seringkali menjadi ikon atau trend bagi perkembangan lebih lanjut bagi kemaslahatan dan kebaikan lingkungannya.

Namun demikian, tidak semua karya atau hasil kerja mampu menghasilkan nilai luar biasa. Banyak juga karya yang akhirnya hanya menjadi seperti sampah yang tersia-sia.

Ketika kita menengok karya yang ada di sekitar kita, pasti kita akan dapat mengira-ngira dan memprediksi mengapa suatu karya benar-benar menjadi bersinar dan cemerlang.

Ketika kita mencoba untuk melihat efek dan pengaruh sebuah karya pada lingkungan di mana ia berada, satu hal yang pasti akan kita temukan, bahwa kekuatan dan keluar biasaan sebuah karya sangat dipengaruhi oleh niat awal dan visi siapapun yang mengawali dan mendorongnya.

Niat--bagaimanapun juga--merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan kualitas sebuah karya. Semakin besar dan semakin tulus niat yang dimiliki oleh aktor utama karya, maka semakin luar biasa hasil yang akan didapatnya.

Ini bukan merupakan hal mudah. Mungkin terlalu mudah untuk diucapkan, namun terlalu sulit untuk dijalankan. Mengapa demikian? Karena ketulusan sangat terkait dengan gerak awal (need). Apakah ia berpijak pada keinginan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan, apakah ia berpijak pada keinginan sekedar untuk mengaktualisasikan diri, atau hanya karena mengejak ambisi dan keinginan untuk dipuji.

"Sesungguhnya segala perbuatan (amal) tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya segala sesuatu bergantung pada niat awalnya", demikian salah satu Sabda Manusia Agung bumi.

Namun, apakah ketulusan dan keikhlasan cukup untuk menumbuhkan suatu karya yang luar biasa?

Jawabannya jelas tidak. Ada banyak hal lain yang mesti dipersiapkan dan disediakan agar sebuah karya menjadi luar biasa. Ada kerja keras, ada kesanggupan untuk bertahan lebih lama, ada tantangan yang mesti dihadang, ada serangkaian penderitaan yang mesti dijalankan. Dan masih banyak lagi pra syarat-pra syarat yang diperlukan untuk mencapainya.

Semua hanya menghasilkan penderitaan, rasa sakit, kekecewaan, dan segala macam ketidak nyamanan yang tak mungkin dapat dilakukan oleh siapapun yang tidak memiliki ketulusan dan keikhlasan.

Sulit memang, tidak ada yang mudah untuk memulai sebuah karya. Tidak mudah untuk memperjuangkan sebuah karya agar benar-benar bermanfaat dan berguna.

Adakah yang lebih sulit dari ini?

Tentu saja ada. Menjaga keikhlasan agar tetap berada di hati ketika sebuah karya mulai menampakkan hasil yang menguntungkan. Menjaga agar hati tetap tulus ketika godaan keuntungan hasil yang melimpah mulai menari-nari di depan mata. Menjaga agar arah perjuangan tidak melenceng dari keinginan untuk memberi kemanfaatan menjadi keinginan untuk menagungkan diri sendiri.