Tulus dan Ikhlas, dua kata yang tentu tidak asing di telinga kita. Namun, apa makna yang terdapat dalam dua kata tersebut, mungkin perlu kita renungkan bersama.
Tulus adalah perasaan rela atas sesuatu yang kita kerjakan. Biasanya ini berada di bagian awal dan saat melakukan sesuatu. Sedangkan ikhlas adalah perasaan rela atas apa yang sudah dilakukan. Tidak peduli dan tidak pula memikirkan apa pendapat orang tentang apa yang ia lakukan, bahkan tidak pula merasa sakit hati atau kecewa ketika perbuatan yang ia lakukan dicurigai dan ditanggapi dengan buruk.
Orang yang tulus dan ikhlas dalam tiap perbuatan dan tindakannya tidak pernah berpikir untuk memperoleh keuntungan pribadi dari perbuatan yang dilakukannya. Baginya, alasan utama suatu perbuatan dilakukan adalah bahwa perbuatan itu bermanfaat bagi orang lain--setidaknya bagi satu orang--dan dilakukan karena Allah (seseorang yang telah berada dalam level ini biasanya tidak pernah apapun ketika hendak melakukan suatu perbuatan kecuali, apakah perbuatan itu baik dan diperlukan atau apakah perbuatan itu bertentangan dengan hukum Allah atau tidak).
Tulus, Ikhlas, dan Nilai Perbuatan
Tingkat ketulusan dan keikhlasan sangat menentukan nilai perbuatan yang dilakukan seseorang, semakin tulus orang semakin besar nilai dan kemanfaatan perbuatan yang ia lakukan. Semakin rendah tingkat ketulusan (ketika pamrih menjadi pendorong utama perbuatan yang dilakukan), semakin dangkal nilai dan kemanfaatan perbuatan tersebut.
Mengapa demikian?
Karena orang yang tulus dan ikhlas ketika melakukan suatu perbuatan maka ia akan melakukannya dengan sepenuh hati, segenap jiwa. Dan ketika seseorang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, maka tentu ia akan melakukannya dengan segenap kemampuan terbaik yang ia miliki. Ia akan mencurahkan segala yang dimilikinya agar apa yang ia lakukan benar-benar menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat.
Selain itu, ketika suatu perbuatan dilakukan dengan sepenuh hati, orang lain yang menerima efek dari perbuatan itu juga akan merasakan kesungguhan dalam tindakan tersebut. Ia pun akan merasakan kehangatan yang mengalir dari perbuatan tersebut. Sesuatu yang berasal dari hati akan sampai ke hati, demikian pernah seorang bijak berkata.
Bahkan, sebuah perbuatan yang dilandasi oleh tulus dan ikhlas, bukan saja akan diterima dengan tangan terbuka dan memberi kebahagiaan bagi si penerima, namun seringkali juga sebuah perbuatan yang tulus akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama, berusaha memberi kemanfaatan kepada orang lain tanpa memikirkan keuntungan yang dapat diperoleh secara pribadi.
Lalu, bagaimana orang yang tulus bisa memenuhi kebutuhannya ketika ia tidak lagi mengharap keuntungan apapun dari perbuatan yang dilakukannya?
Justru karena ia tidak mengharapkan sesuatu maka ia mendapatkan sesuatu. Maksudnya, karena orang yang tulus melakukan sesuatu bukan sekedar untuk mendapatkan sesuatu namun karena tanggung jawab, kemanfaatan bagi orang lain, dan kebaikan yang ada dalam perbuatan itu sendiri, maka apapun hasil yang ia peroleh dari perbuatan yang dilakukan hanya dipandangnya sebagai side effect (efek samping) dari perbuatan yang ia lakukan. Hanya sekedar bonus. Dan kita tahu setiap orang yang menerima bonus pasti akan merasa senang. Dan ketika kita senang, maka perbuatan dan pekerjaan yang kita lakukan juga akan semakin baik.
Selain itu, orang yang melakukan segala sesuatu dengan tulus ikhlas, maka ia akan melakukannya dengan sepenuh hati, segenap kemampuan terbaik yang dimilikinya. Dan kita tahu semua bahwa ketika orang melakukan sesuatu dengan kemampuan terbaik yang dimilikinya, maka hasilnya pun tentu akan memuaskan, memuaskan bagi dirinya dan memuaskan bagi orang lain. Dan ketika orang lain merasa puas bahkan sangat puas dengan apa yang kita lakukan, maka tentu saja setidaknya mereka akan menerima kita dengan baik, penuh persahabatan. Dan itu merupakan jalan awal bagi kita untuk bertemu dengan hal-hal luar biasa dalam hidup.
Tanda Sebuah Perbuatan Dilandasi Ketulusan
Sebenarnya kita tidak dapat mengukur dengan tepat apakah suatu perbuatan itu tulus atau tidak, namun kita dapat melihat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa suatu perbuatan yang dilakukan seseorang itu tulus atau tidak.
Di antara tanda-tanda itu adalah:
Pertama, Perbuatan tulus itu berasal dari hati dan akan menembus hati juga. Sehingga si penerima ketulusan pasti akan merasakan ketulusan dalam perbuatan yang diberikan. Perbuatan yang dilakukan dengan penuh ketulusan akan sangat membekas dan berkesan di hati orang-orang yang mendapat manfaat dari perbuatan tersebut. Sehingga mereka akan selalu teringat akan perbuatan tersebut dan menganggap orang yang melakukannya sebagai penolong dan penyelamatnya.
Kedua, Perbuatan tulus akan menghasilkan rasa syukur dan terima kasih yang tulus dari orang yang mendapat manfaat darinya. Setiap orang yang mendapat manfaat dari orang lain tentu akan berterima kasih, namun terima kasih dan rasa syukur yang tulus bukan terima kasih yang diucapkan hanya untuk menyenangkan si pemberi manfaat, namun terima kasih yang benar-benar keluar dari ketulusan hati. Bahkan kadang ia sendiri tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada si pemberi manfaat, tapi kepada banyak orang bahkan ia banyak menceritakan kebaikan dan terima kasih kepada si pemberi manfaat.
Ketiga, Perbuatan tulus akan menginspirasi si penerima manfaat sehingga ia akan berusaha melakukan hal yang sama. Berusaha memberi manfaat kepada orang lain sebagaimana ia pernah juga mendapat manfaat dari perbuatan orang lain.
Semoga kita mulai mampu berjalan di atas ketulusan dan keikhlasan. amin
Tanda Sebuah Perbuatan Dilandasi Ketulusan
Sebenarnya kita tidak dapat mengukur dengan tepat apakah suatu perbuatan itu tulus atau tidak, namun kita dapat melihat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa suatu perbuatan yang dilakukan seseorang itu tulus atau tidak.
Di antara tanda-tanda itu adalah:
Pertama, Perbuatan tulus itu berasal dari hati dan akan menembus hati juga. Sehingga si penerima ketulusan pasti akan merasakan ketulusan dalam perbuatan yang diberikan. Perbuatan yang dilakukan dengan penuh ketulusan akan sangat membekas dan berkesan di hati orang-orang yang mendapat manfaat dari perbuatan tersebut. Sehingga mereka akan selalu teringat akan perbuatan tersebut dan menganggap orang yang melakukannya sebagai penolong dan penyelamatnya.
Kedua, Perbuatan tulus akan menghasilkan rasa syukur dan terima kasih yang tulus dari orang yang mendapat manfaat darinya. Setiap orang yang mendapat manfaat dari orang lain tentu akan berterima kasih, namun terima kasih dan rasa syukur yang tulus bukan terima kasih yang diucapkan hanya untuk menyenangkan si pemberi manfaat, namun terima kasih yang benar-benar keluar dari ketulusan hati. Bahkan kadang ia sendiri tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada si pemberi manfaat, tapi kepada banyak orang bahkan ia banyak menceritakan kebaikan dan terima kasih kepada si pemberi manfaat.
Ketiga, Perbuatan tulus akan menginspirasi si penerima manfaat sehingga ia akan berusaha melakukan hal yang sama. Berusaha memberi manfaat kepada orang lain sebagaimana ia pernah juga mendapat manfaat dari perbuatan orang lain.
Semoga kita mulai mampu berjalan di atas ketulusan dan keikhlasan. amin
inspired by you and your sist
No comments:
Post a Comment